Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik

Berikut ini penjelasan tentang kimia organik, senyawa organik, manfaat senyawa organik, sifat sifat senyawa organik, fungsi senyawa organik, contoh senyawa organik, struktur senyawa organik, struktur amilum, struktur vitamin C, struktur asam askorbat, struktur vitamin A, struktur vitamin K, struktur asam benzoat, struktur BHT.

Fungsi dan Manfaat Senyawa Organik di Bidang Pangan

Kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari tidak dapat dilepaskan dari senyawa kimia, terutama senyawa organik. Contoh sederhananya adalah makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Ya, jangan terkejut jika sebenarnya makanan yang Anda makan tersebut merupakan senyawa organik.

Setiap makanan yang Anda makan pasti mengandung senyawa organik. Nasi yang Anda makan adalah karbohidrat yang merupakan suatu senyawa makromolekul. Tempe mengandung protein, daging mengandung lemak, sedangkan sayuran dan buah-buahan mengandung vitamin.
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Berbagai jenis makanan yang mengandung senyawa organik
Tahukah Anda, apakah fungsi dari senyawa-senyawa organik tersebut? Senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam makanan, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin berfungsi sebagai sumber nutrien (nutrisi). 

Selain empat jenis senyawa tersebut, nutrisi lain yang terkandung dalam makanan adalah air dan mineral. Air dan mineral juga merupakan senyawa kimia, tetapi bukan termasuk senyawa karbon. 

Sifat-sifat dari senyawa organik yang terkandung dalam makanan dipengaruhi oleh struktur kimianya. Berikut ini beberapa contoh struktur senyawa kimia dalam makanan yang berfungsi sebagai nutrisi.
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Struktur Amilum (kiri) dan trigliserida (kanan)
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Struktur vitamin C/ asam askorbat (kiri) dan vitamin A (kanan)
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Struktur vitamin D3 (kiri) dan Vitamin K (kanan)

Selain sebagai nutrisi, ada juga senyawa organik dalam makanan yang berfungsi sebagai zat aditif makanan (bahan tambahan makanan). Pernahkah Anda memasak kari ayam? 

Makanan khas Indonesia ini menggunakan kunyit sebagai bahan pewarna alami untuk membuat warna kari ayam menjadi lebih menarik. 

Selain kunyit, bahan-bahan lain yang biasa digunakan sebagai pewarna alami adalah daun pandan untuk memberikan warna hijau pada makanan serta memberikan aroma yang khas pada makanan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988, bahan tambahan makanan diartikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan pada saat pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. 

Berdasarkan fungsinya, bahan tambahan makanan dapat dikelompokkan menjadi bahan pengawet, bahan pewarna, pemanis, penyedap rasa, antioksidan, pengemulsi, pengental, penstabil, dan pengatur keasaman. 

Bahan tambahan makanan yang biasa digunakan dalam makanan dapat Anda ketahui dari komposisi bahan yang tertera dalam kemasan makanan.

Bahan tambahan yang digunakan makanan dapat berupa bahan alami atau bahan buatan. Bahan alami maupun bahan buatan tersebut merupakan senyawa kimia, sebagian besar merupakan senyawa organik. 

Dosis bahan tambahan makanan buatan yang digunakan dalam makanan ini dibatasi dan mengacu kepada peraturan yang ditetapkan pemerintah. Tabel berikut ini menjelaskan contoh-contoh senyawa organik yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Contoh-Contoh Senyawa Organik dalam Bahan Tambahan Makanan
Sebagaimana telah diketahui, bahan tambahan yang digunakan makanan dapat berupa bahan alami dan bahan buatan, di mana kedua-duanya merupakan senyawa kimia. Bahan tersebut dapat berupa senyawa organik, atau senyawa anorganik. 

Bagaimana cara mengetahui bahwa bahan tambahan makanan tersebut termasuk senyawa organik atau anorganik? Lihat saja rumus molekul kimianya. 

Senyawa organik mengandung atom karbon, sedangkan senyawa anorganik tidak mengandung atom karbon. Berikut ini beberapa contoh struktur senyawa organik yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik
Demikianlah pembahasan kita tentang manfaat senyawa kimia organik dalam bidang pangan kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
iklan

0 Response to "Struktur, Sifat-Sifat, Fungsi dan Contoh serta Manfaat Senyawa Kimia Organik"

Posting Komentar